Foto Aerial Masjid Baitul Muttaqin, image instagram/ganangaditama

Explore Masjid Samarinda, Cerita Saya di Masjid Baitul Muttaqin Islamic Center

Masjid paling pertama yang akan Saya ceritakan merupakan Masjid terbesar kedua di Asia Tenggara. Masjid terbesar pertama kalian pasti sudah pada tau, yaitu Masjid Istiqlal Jakarta. Jadi dua Masjid terbesar di Asia Tenggara berada di Indonesia, bangga sih.

Masjid terbesar kedua yang akan kita bahas, yaitu Masjid Baitul Muttaqin Islamic Center di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Sejarah

Gedung Islamic Center Samarinda diresmiin pada tanggal 29 September 2005 di Samarinda (yaiyalah) oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum morning & Kimpraswil, H. Awang Dharma Bakti, ST, MT. Dengan total daya tampung sebanyak 40.000 Jemaah.

Luas

Dari laman Wikipedia, luas Masjid Baitul Muttazin Islamic Center Samarinda mencapai 43.500 m2. Kalau dibandingin, luasnya seukuran enam kali lapangan sepak bola.

Luas lantai basementnya adalah 10.235 m2, luas lantai dasar sebesar 10.270 m2, dan luas lantai utama adalah 8.185 m2. Luas lantai utama yang digunakan sebagai tempat solat utamanya itu udah seukuran lapangan bola ya.

Ruang Solat Utama
(image: dokumentasi Penulis)

Alamat

Islamic Center Location
(image: google.com/maps)

Islamic Center Samarinda beralamat di Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.

Masjid ini berada di bagian Kota Samarinda tepat di tepi Sungai Mahakam.

Pintu Dua Komplek Islamic Center Samarinda
(image: dokumentasi Penulis)

Komplek Masjidnya diapit oleh empat jalan, yaitu Jalan Cendana, Jalan Meranti, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Anggi.

Pintu utama Komplek Islamic Center berada di Barat Laut tepatnya di Jalan Cendana dan pintu kedua berada di Tenggara yaitu di Jalan Ahmad Yani yang bertepatan langsung ke arah Sungai Mahakam.

Terdapat satu pintu lagi di Timur Laut (Jalan Anggi), tetapi tidak selalu terbuka, biasanya pada saat Solat Jumat, Solat Id, dan acara atau event-event tertentu saja pintu ini baru dibuka.

Lingkungan

Dari segi lingkungan, kondisi Komplek Islamic Center sangat sangat nyaman. Tempat parkirnya luas, hingga ada parkir basement yang sangat luas juga untuk mobil dan motor.

Di basement sendiri bahkan bisa menampung sampai dengan 200 mobil. Jadi Kalian ga perlu takut helm, motor, atau mobil kamu akan basah pas setelah dicuci apabila hujan turun.

Image: Dokumentasi Penulis

Untuk keamanan di Komplek Islamic Center ada Security yang berjaga bergantian. Terlepas dari adanya Security yang menjaga kendaraan atau barang Kita, Kita tetap harus menjaga dan mengunci kendaraan Kita dengan baik.

Dari arah Jalan Cendana terdapat klinik dan Sekolah yang keduanya berada di dalam komplek. Jalannya yang luas juga biasa dijadikan orang-orang untuk tempat berolahraga seperti jogging.

Di lantai dasar terdapat ruang serbaguna yang dapat digunakan untuk acara atau event, perpustakaan, ruang sekretariat, dan ruangan lainnya.

Di menara bagian selatan terdapat barang-barang yang dapat kamu beli mulai dari minyak wangi non-alkohol, peci, siwak, dll. Masih ada banyak lagi yang lainnya, tapi yang Saya ingat cuma itu karena sering Saya lihat, kalau ada yang lain mungkin bisa diinfokan ya.

Selasar Islamic Center
(image: dokum entasi Penulis)

Di selasar teras Masjid biasa dijadikan untuk tempat berkumpul keluarga, untuk beristirahat sejenak, bahkan untuk holaqoh.

Di sisi utara dan selatan Masjid terdapat tempat penitipan barang, jadi Kita bisa menitipkan sepatu, helm, tas, dan lainnya. Meskipun yang berjaga hanya standby pada saat sebelum waktu solat masuk hingga waktu solat pertama selesai. Tapi Kalian tetap bisa meletakkan barang-barang Kalian sendiri untuk menghindari alas kaki Kalian basah apabila hujan turun.

Secara keseluruhan, Masjid Baitul Muttaqin sangat menyediakan fasilitas untuk mengakomodir jemaah yang ingin beribadah ataupun tempat beristirahat sejenak untuk para musafir.

Image: Dokumentasi Penulis

Beberapa hal yang agak kurang menurut Saya adalah toilet yang hanya berada di dua tempat, di bagian utara dan selatan. Di bagian Utara untuk laki-laki dan di bagian selatan untuk perempuan.

Untuk yang baru pertama sekali pasti akan kebingungan untuk lokasi toiletnya sendiri dan untuk berjalan ke satu sisi cukup memakan waktu. Untuk toilet sendiri dengan jumlah jemaah yang banyak menurut Saya cukup terbatas.

Di dalam toilet juga terdapat larangan mandi. Yah larangan mandi adalah kebijakan yang telah dibuat oleh pihak pengurus Masjid dan terdapat pertimbangan di baliknya.

Untuk Saya sendiri dan mungkin teman-teman yang pernah melakukan perjalanan backpacker, Masjid yang menyediakan fasilitas mandi untuk musafir sangat-sangat membantu terutama bila kita ingin bebersih diri sebelum beribadah.

Jadi itulah cerita Saya mengenai Masjid Baitul Muttaqin Islamic Center Samarinda. Apabila ada informasi yang kurang tepat yang Penulis sampaikan atau ada yang masih kurang dari uraian di atas mohon dapat memberi tau Penulis untuk diperbaiki.

So, jangan lupa cek cerita Masjid-Masjid berikutnya dan jangan lupa solat di Masjid.

Leave a comment