Masjid Al Ma'ruf Samarinda

Explore Masjid Samarinda, Cerita Saya di Masjid Al Ma’ruf Samarinda

Masjid berikutnya yang akan Saya bahas masih tetap di Samarinda. Sedikit info untuk teman-teman bahwa Saya telah tinggal di Samarinda selama 1,5 tahun dan realisasi untuk bercerita melalui tulisan mengenai Masjid-Masjid yang telah Saya datangi baru dapat dilakukan ketika Saya di Samarinda.

Masjid berikutnya yang akan Saya ceritakan adalah Masjid Al Ma’ruf.

Luas

Dari laman Kemenag.go.id, luas area Masjid Al Ma’ruf Samarinda adalah 5.350 m2 dan luas bangunannya adalah 1.028 m2.

Masjid ini sendiri dapat menampung hingga 2.500 jemaah.

Alamat

Lokasi Masjid Al Ma’ruf Samarinda
image: google.com/maps

Masjid Al Ma’ruf beralamat di Jalan Dr. Sutomo No. 17, Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.

Masjid ini tepatnya berada di simpang empat Lembuswana (tepat berseberangan dengan Mall Lembuswana). Biasanya orang baru ngeh pas dibilang di Simpang Lembus.

Masjid Al Ma’ruf tepat di antara Jalan Dr. Sutomo dan Jalan Letnan Jend. Suprapto. Di bagian utaranya adalah Jalan Letnan Jend. Suprapto dan bagian timurnya adalah Jalan Dr. Sutomo.

Untuk pintu masuknya sendiri untuk mobil dan motor berada di bagian Barat Masjid yaitu di Jalan Ramania (Google Maps) atau Jalan Dr. Suwondo (Apple Maps). Nama jalannya beda nih antara dua aplikasi maps tersebut jadi Saya infokan dua-duanya biar ga bingung pas nyarinya.

Di bagian barat Masjid juga terdapat pintu kecil, tetapi karena aksesnya tepat berada di simpang utama sehingga lebih nyaman keluar masuk kendaraan melalui pintu timur Masjid.

Lingkungan

Untuk lingkungannya sendiri, Masjid Al Ma’ruf sangat nyaman untuk beribadah, bahkan duduk di dalamnya sepanjang waktu terasa sangat damai di dalam hati, azek. Artikel yang pernah Saya tulis pun beberapa dibuat di dalam Masjid ini. Suasananya benar-benar mendungkung untuk yang mencari suasana tenang dan damai untuk menenangkan diri.

Pintu yang tinggi dan lebar terbuka di ketiga sisi sehingga memungkinkan angin alami dapat langsung masuk untuk membuat suasana menjadi lebih sejuk.

Kendala yang ada di lingkungan sekitar sendiri adalah banjir yang hampir selalu terjadi ketika hujan turun. Banjirnya sendiri mengepung Masjid, tetapi Kamu tetap bisa ke dalam Masjid melalui pintu timur (Jalan Ramania/Dr. Suwondo).

Fasilitas

– Fasilitas Penitipan Barang

Fasilitas di Masjid Al Ma’ruf menyediakan tempat penitipan barang di kedua sudut di bagian belakang, tetapi sama dengan Masjid Baitul Muttaqin Islamic Center, yang berjaga hanya standby ketika adzan akan berkumandang hingga setelah solat berjamaah selesai.

Kamu tetap bisa meletakkan barang-barangmu sendiri untuk menghindari alas kakimu basah apabila Kamu letakkan di luar dan hujan turun.

– Fasilitas Wudhu dan Toilet

Untuk tempat wudhu dan toilet menurut Saya cukup untuk mengakomodir jumlah Jemaah yang ada, walau terkadang mengantri tetapi agak jarang Saya melihat kondisi di tempat wudhunya menjadi sangat crowded.

– Fasilitas Parkir

Dari segi parkiran untuk Jemaah yang membawa kendaraan. Untuk parkiran sendiri, halaman parkir yang ada cukup luas untuk kendaraan Jemaah yang datang.

Untuk motor tempatnya sangat cukup sehingga Kamu tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat parkir sehingga harus parkir menutupi atau ditutupi motor lainnya.

Dan untuk mobil, di halaman parkirnya cukup luas untuk menampung mobil dan biasanya hingga ke bagian luar pagar Masjid, tetapi kondisi jalan yang luas dapat membuat kamu memarkirkan mobilmu di luar tanpa khawatir mengganggu pengguna jalan yang ada.

– Fasilitas Puasa Sunnah

Satu info juga, beberapa kali ketika Saya datang, pihak Masjid biasanya menyediakan takjil bagi Jemaah yang berpuasa sunnah Senin-Kamis. Takjilnya biasanya disiapkan di selasar teras Masjid. Tapi kalau misal ternyata ketika Kalian datang untuk ikut berbuka puasa sunnah dan ternyata pada hari itu tidak disiapkan berarti belum rejeki hhe.


Secara keseluruhan itulah cerita Saya mengenai Masjid Al Ma’ruf, kesimpulan yang dapat Saya berikan adalah, ketika Saya memikirkan ke Masjid mana ketika Saya ingin beribadah dengan tenang dan setelah itu menikmati ketenangan dengan diri sendiri ketika Saya sedang memiliki waktu luang adalah Masjid Al Ma’ruf ini.

Jadi sekian cerita Saya kali ini, sangat menyenangkan dapat berbagi cerita kepada kalian semua mengenai Masjid-Masjid yang pernah Saya datangi dengan kesannya masing-masing.

Semoga Kita dapat memakmurkan Masjid-Masjid yang ada dan jangan lupa solat di Masjid.

Leave a comment